Hikmah 1 Larangan Bersandar kepada Amal dan Hakikat Mengharap Rahmat Allah
Hikmah 1 Larangan Bersandar kepada Amal dan Hakikat Mengharap Rahmat Allah Imam Ibn ‘Atha’illāh As-Sakandarī berkata: مِنْ عَلَامَةِ الِاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ "Di antara tanda seseorang bersandar kepada amalnya ialah berkurangnya harapan kepada Allah ketika ia terjatuh ke dalam kesalahan atau dosa." Hakikat Bersandar kepada Amal Imam Ibn ‘Aṭā’illāh membuka Al-Ḥikam dengan menjelaskan salah satu penyakit paling halus dalam perjalanan spiritual, yaitu bersandar kepada amal ( al-i‘timād ‘ala al-‘amal ). Yang dimaksud bukanlah meninggalkan amal atau meremehkan ibadah, melainkan menjadikan amal sebagai sandaran utama untuk memperoleh keselamatan dan kedekatan dengan Allah. Seorang hamba memang diperintahkan untuk memperbanyak amal saleh, tetapi ia tidak boleh meyakini bahwa amal tersebut dengan sendirinya menjamin keselamatan. Amal hanyalah bentuk penghambaan, sedangkan diterima atau tidaknya amal sepenuhnya berada dalam kehendak...