Postingan

Hikmah 1 Larangan Bersandar kepada Amal dan Hakikat Mengharap Rahmat Allah

Hikmah 1 Larangan Bersandar kepada Amal dan Hakikat Mengharap Rahmat Allah Imam Ibn ‘Atha’illāh As-Sakandarī berkata: مِنْ عَلَامَةِ الِاعْتِمَادِ عَلَى الْعَمَلِ نُقْصَانُ الرَّجَاءِ عِنْدَ وُجُودِ الزَّلَلِ "Di antara tanda seseorang bersandar kepada amalnya ialah berkurangnya harapan kepada Allah ketika ia terjatuh ke dalam kesalahan atau dosa." Hakikat Bersandar kepada Amal Imam Ibn ‘Aṭā’illāh membuka Al-Ḥikam dengan menjelaskan salah satu penyakit paling halus dalam perjalanan spiritual, yaitu bersandar kepada amal ( al-i‘timād ‘ala al-‘amal ). Yang dimaksud bukanlah meninggalkan amal atau meremehkan ibadah, melainkan menjadikan amal sebagai sandaran utama untuk memperoleh keselamatan dan kedekatan dengan Allah. Seorang hamba memang diperintahkan untuk memperbanyak amal saleh, tetapi ia tidak boleh meyakini bahwa amal tersebut dengan sendirinya menjamin keselamatan. Amal hanyalah bentuk penghambaan, sedangkan diterima atau tidaknya amal sepenuhnya berada dalam kehendak...

2. TAJRID DAN MAKNA KETERIKATAN DUNIAWI

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita kesempatan untuk berkumpul dalam majelis ilmu yang penuh berkah ini. Shalawat serta salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman. Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu hikmah dalam perjalanan menuju Allah, yaitu  tajrid . Tajrid adalah keadaan seseorang yang meninggalkan segala keterikatan duniawi untuk lebih mendekat kepada Allah. Namun, perlu kita pahami bahwa tajrid bukan hanya sekadar meninggalkan dunia secara fisik, melainkan lebih kepada bagaimana hati kita terbebas dari kecintaan berlebihan terhadap dunia. Imam Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari dalam kitab Al-Hikam menyebutkan: إرادَتُكَ التَّجْريدَ مَعَ إقامَةِ اللهِ إيّاكَ في الأسْبابِ مِنَ الشَّهْوَةِ الخَفيَّةِ، وإرادَتُكَ الأَسْبابَ مَعَ إقامَةِ اللهِ ...

3. TEKAD DAN TAKDIR

  Bismillahirrahmanirrahim الحمد لله الذي بيده ملكوت كل شيء وهو على كل شيء قدير. والصلاة والسلام على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan yang penuh berkah ini, marilah kita bersama-sama meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah ﷻ, dengan terus memperbaiki hati, amal, dan niat kita dalam kehidupan sehari-hari. Pada hari ini, kita akan membahas salah satu hikmah dari Syaikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandari dalam kitab  Al-Hikam , yang berbunyi: سَوَابِقُ الهِمَمِ لا تَخْرِقُ أَسْوارَ الأَقْدارِ "Tekad yang mendahului tidak dapat menembus benteng takdir." Hadirin yang dirahmati Allah, Dalam kehidupan, kita sering diajarkan untuk memiliki  himmah ‘aliyah  (tekad yang tinggi), yaitu tekad yang mengarah pada kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun, perlu kita pahami bahwa sekuat apa pun tekad manusia, ia tetap berada dalam batas ketentuan Allah ﷻ. Sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an: إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَ...

4. tadbir atau perencanaan

  Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad ﷺ, beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman. Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan yang berbahagia ini, marilah kita merenungi salah satu hikmah penting dalam kehidupan, yaitu  tadbir  atau perencanaan. Dalam kitab Al-Hikam, disebutkan: أَرِحْ نَفْسَكَ مِنَ التَّدْبيرِ. فَما قامَ بِهِ غَيرُكَ عَنْكَ لا تَقُمْ بهِ لِنَفْسِكَ. "Istirahatkan dirimu dari perencanaan, karena apa yang telah dilakukan oleh selainmu untukmu, janganlah engkau lakukan sendiri." Dari hikmah ini, kita diajarkan untuk tidak terlalu membebani diri dengan perencanaan yang berlebihan, karena segala sesuatu sudah diatur oleh Allah ﷻ. Namun, ini bukan berarti kita tidak boleh merencanakan sesuatu, tetapi harus dilakukan dengan pemahaman yang benar. Hadirin yang berbahagia, Menurut para ulama, perencanaan atau ta...

5. Kesungguhan dan Kebutaan Mata Hati

  Bismillahirrahmanirrahim Alhamdulillah, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan kita nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, beserta keluarga, sahabat, dan seluruh pengikutnya hingga hari kiamat. Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan kali ini, mari kita renungkan salah satu hikmah dari Kitab Al-Hikam yang berbunyi: اجْتِهادُكَ فيما ضُمِنَ لَكَ وَتَقصيرُكَ فيما طُلِبَ مِنْكَ دَليلٌ عَلى انْطِماسِ البَصيرَةِ مِنْكَ "Kesungguhanmu dalam mengejar sesuatu yang telah dijamin untukmu dan kelalaianmu terhadap apa yang dituntut darimu adalah tanda kebutaan mata hatimu." Dalam kehidupan ini, sering kali kita begitu sibuk dengan urusan duniawi, seakan-akan rezeki dan takdir berada di tangan kita. Kita bekerja keras untuk mengejar sesuatu yang sebenarnya sudah Allah jamin, tetapi justru lalai terhadap kewajiban kita kepada-Nya. Hal ini merupakan tanda kebu...

6. Ridha dengan Pilihan Allah

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ الحمد لله، الحمد لله الذي جعل القناعة غنى، وجعل الرضا سرورا وشفاء، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين. أما بعد. Hadirin yang dirahmati Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah ﷻ dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Pada kesempatan kali ini, mari kita renungkan salah satu hikmah dari Kitab Al-Hikam yang mengajarkan kita tentang  ridha dengan pilihan Allah . Dalam kehidupan ini, sering kali kita berdoa dan berharap sesuatu terjadi sesuai dengan keinginan kita. Namun, ketika doa kita belum terkabul atau tertunda, muncul rasa kecewa, bahkan ada yang berputus asa. Padahal, Allah ﷻ telah menjamin bahwa doa pasti dikabulkan, tetapi dalam bentuk dan waktu yang terbaik menurut-Nya, bukan menurut kita. Ibnu Atha'illah dalam Al-Hikam berkata: لا يَكُنْ تأَخُّرُ أَمَدِ العَطا...

7. Janji Allah Adalah Kebenaran

  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ الحمد لله الذي وعد الصادقين بجنات النعيم، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، صلوات ربي وسلامه عليه وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد: Hadirin yang dirahmati Allah, Pada kesempatan ini, marilah kita bersama-sama merenungi satu hikmah besar dalam kehidupan kita, yaitu keyakinan terhadap janji Allah. Dalam kitab Al-Hikam, terdapat satu pelajaran penting yang berbunyi: لا يُشَكّكَنَّكَ في الوَعْدِ عَدَمُ وُقوعِ المَوْعودِ، وإنْ تَعَيَّنَ زَمَنُهُ؛ لِئَلّا يَكونَ ذلِكَ قَدْحاً في بَصيرَتِكَ وإخْماداً لِنُوْرِ سَريرَتِكَ . "Janganlah ketiadaan sesuatu yang dijanjikan membuatmu ragu akan janji-Nya, meskipun waktu pelaksanaannya telah ditentukan. Jangan sampai hal itu merusak mata batinmu dan memadamkan cahaya hatimu." Allah telah berjanji, dan janji-Nya adalah kebenaran mutlak. Akan tetapi, kapan dan bagaimana janji itu terwujud, itu semua tergantung pada kehendak-Nya. Tugas kita sebagai hamba adalah beriman, be...